Akses terhadap listrik adalah kunci untuk menutup kesenjangan digital di daerah pedesaan dan mengembangkan masyarakat informasi untuk semua. Ketersediaan listrik yang andal dan terjangkau masih menjadi kendala utama, terutama di negara-negara kurang berkembang di dunia (LDC), negara berkembang yang terkurung daratan (LLDC), dan negara kepulauan kecil yang sedang berkembang (SIDS), dan terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Akses terhadap listrik dan konektivitas broadband, termasuk layanan dan aplikasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), memainkan peran penting dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) dan menghubungkan 2,7 miliar orang di seluruh dunia yang saat ini tidak memiliki akses terhadap Internet. Laporan ini membahas tantangan dalam menyediakan akses listrik, yang sangat penting untuk menghubungkan daerah pedesaan ke Internet.